Kamis, 17 Maret 2011

Seminar Administrasi Pendidikan



 
 



1.       Pengertian supervisi
Supervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-gurudan personil sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ia berupa dorongan , bimbingan, dan kesempatan bagi  pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru-guru, seperti bimbingan dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan –pembaharuan dalam pendidikan  dan pengajaran , pemilihan alat-alat pelajaran dan metode-metode mengajar yang lebih baik.
Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi-kondisi /syarat-syarat yang esensial, yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Dengan kata lain: Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. (Purwanto,2008,76 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
Oteng Stisna(1983) Dalam Arikunto(2004,11) Mengatakan Definisi supervisi adalah segala sesuatu dari pejabat sekolah yang diangkat yang diarahkan kepada penyediaankepemimpinan bagi para guru dan tenaga pendidikan lain dalam perbaikan pengajaran, melihat stimulasi pertumbuhan professional dan perkembangan dari para guru, seleksi dan revisi tujuan-tujuan pendidikan,bahan pengajaran, dan metode-metode mengajar, dan evaluasi pengajaran.
Kimball Wiles (1995) dalam Arikunto(2004,11) Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi belajar-mengajar agar memperoleh kondisi yang lebih baik.

 Supervisi dapat diartikan sebagai layanan professional, layanan professional tersebut berbentuk pemberian bantuan kepada personil sekolah dalam meningkatkan kemampuannya sehingga lebih mampu mempertahankan dan melakukan perubahan penyelenggaraan sekolah dalam rangka meningkatkan pencapaian tujuan sekolah.
1.      Tujuan Supervisi
Broadmab dalam Arikunto (2004,12) supervisi bertujuan membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim y ang efektif, bekerja sama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dan lainnya
Sergiovanni (1980) dalam Arikunto (2004,13) menyatakan bahwa supervisi bukan hanya dilakukan oleh pejabat yang sudah ditunjuk tetapi oleh seluruh personel yang ada di sekolah,(by the entire school staffs) tujuan supervisi adalah meningkatkan kualitas pembelajaran, yang harapan akhirnya juga pada prestasi belajar siswa. Tenti saja peningkatan tersebut tidak dapat hanya mengenai satu aspek saja, tetapi semua unsure yang terkait dengan proses pembelajaran, Antara lain siswa itu sendiri, guru dan personil lain, peralatan, pengelolaan, maupun lingkungan tempat belajar.
Tujuan supervise adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan untuk belajar-mengajar yang dilakukan guru di kelas, maka jelas bahwa tujuan supervisi yaitu untuk meningkatkan  memberikan layanan dan bantuan
2.      Fungsi supervisi
Dengan berpijak pada batasan pengertian tersebut maka ada tiga fungsi supervisi, yaitu
a.      Sebagai kegiatan meningkatkan mutu pembelajaran. Supervisi berfungsi meningkatkan mutu pembelajaran tertuju pada aspek akademik, khususnya yang terjadi dikelas ketika guru memberikan bantuan kepada siswa.                                                                                        
b.      Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsur-unsur yang terkait dengan pembelajaran, merupakan factor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, karena sifatnya melayani atau mendukung kualitas  pembelajaran.
c.       Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing adalah yang berkewajiban memimpin dan membimbing guru dan staf tatausaha di sekolah adalah kepala sekolah dan guru. (Arikunto.2004,14)
Tujuan supervisi bukan untuk menilai guru semata , melainkan untuk mengetahui keterbatasan-keterbatasan kemampuan dalam rangka peningkatan kemampuan guruatau pembinaan.( Bafadal.2005.72. dasar-dasar manajemen dan supervisi taman kanak-kanak)
d.      Mamfaat supervisi Taman kanak-kanak
1.      Mamfaat bagi personil Taman kanak-kanak
Dengan adanya supervisi yang diselengagarakan di TK, personelnya semakin menjadi lebih mampu dan berkemauan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.
2.      Mamfaat bagi kelembagaan Taman kanak-kanak
Dengan adanya supervise, semua program pendidikan di Taman kanak-kanak dapat diselenhgarakan secara efektif dan efesien, berarti tujuan lembaga pendidikan dapat tercapai sebagaimana yang ditetapkan.
3.      Mamfaat bagi penciptaan hubungan
Pelaksanaan supervisi menuntut adanya interaksi antar kedua belah pihak, yaitu supervisor dan yang diberi supervisi. (Ibraham Bafadal.2005.74. dasar-dasar manajemen dan supervisi taman kanak-kanak)



e.      Ruang lingkup supervisi
a)    Supervisi di bidang kurikulum
b)    Supervisi di bidang kesiswaan
c)    Supervisi di bidang kepegawaian
d)    Supervisi di bidang sarana dan prasarana
e)    Supervisi di bidang Keuangan
f)      Supervisi di bidang humas
Supervisi di bidang ketatausahaan.(Ibraham Bafadal.2005.75-77. dasar-dasar manajemen dan supervisi taman kanak-kanak)
f.        Jenis supervisi
Jenis supervisi ada 2 yaitu;
·      Supervisi umum
·      Supervisi pengajaran
·      Supervisi Klinis
o       Supervise umum adalah supervise yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran sepertis upervisi  terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapan sekolah atau kantor-kantor pendidikan.
o        Sedangkan supervise pengajaran adalah kegiatan-kegiatankepengawasan yang ditujukan untuk mem[perbaiki kondisi-kondisi baik personil maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar mmengajar yang lebih baikdemi tercapainya tujuan pendidikan.
o       Menurut Richard waller, ”Supervisi klinik adalah supervise yag divokuskan pada perbaikan pengajaran dengan melalui siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analsis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk menngadakan modifikasi yang rasional”. Ngalim purwanto,2008,90 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
Keith Acheson dan Meredith D.Call mengemukakan bahwaSupervisi klinik adalah prosesmembantu guru memperkecil ketidak sesuian(kesenjangan) antara tingkah laku mengajar yang nyata dengan tingkah laku mengajar yang ideal”.
Secara teknik dikatakan bahwa supervise klinis adalah suatu model supervise yang terdiri atas tiga fase, yaitu (1) Pertemuan perencanaan,(2)observasi kelas,dan (3) pertemuan balik.
Dari kedua definisi tersebut  John J.Bolla menyimpulkan “Supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk membantu pengembangan professional guru /calon guru, khususnya dalam penampilan mengajar, berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut. (Ngalim purwanto,2008,91 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
g.      Keunggulan supervisi Klinis
a.      Kegiatan supervisi akan berlanhsung baik karena dapat mengumpulkan informasi yang tepat, langsung dari guru sendiri, yang memang diperlukan dan tepat untuk digunakan dalam pembinaan.
b.      Pihak pengawas atau kepala sekolah yang melaksanakan supervisi akan merasa puas karena dapat memberikan bantuan yang tepat kepada guru yang memerlukan.
c.       Oleh karena supervisi dilaksanakan berdasarkan hasil diskusi bersama dengan guru dan dituliskan dalamm bentuk perencanaan maka langkah kegiatannya menjadi pasti,setiap langkah dapat diikuti dan dicermati mana yang sudah dapat terlaksana dan mana yang belum, sertadapat dikaji ulang untuk peningkatan dilain waktu.
d.      Bagi pihak guru akan merasa lebih dekat dengan pengawas dan kepala sekolah sehingga lama kelamaan tidak ada lagi yang perlu ditutupi. Dalam kegiatan yang lainpun keterbukaan seperti itu akan tetap terpelihara.Situasi inilah yang akan membantu menciptakan ilklim sekolah dengan suasana harmonis dan penuh kekeluargaan.
e.      Guru akan merasa puas karena telah mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan yang diperlukan, yaitu memecahkan masalah yang dijumpai secara tepat sasaran sehingga problema mengajar akan dapat teratasi.
f.        Pihak pengawas akan merasa puas karena dapat memberikan bantuan kepada guru secara tepat seperti apa yang dibutuhkan oleh guru.Selanjutnya hasil pembinaan dapat dirasakan oleh guru dan berdampak pada peningkatan mutu pelajaran.(Arikunto,2004,94).
h.      Prinsip-prinsip supervisi
1)     Supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru dan staf sekolah lain untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan.
2)     pemberian bantuan dan bimbingandilakukan secara langsung, pengawas mengupayakan agar mampu menumbuh kepercayaan diriyang pada akhirnya dapat menumbuhkan motivasi  kerja secara instistik.
3)     Pengawas dan kepala sekolah memberikan saran dan  umpan balikagar  pihak yang disupervisi menyadari kelemahan-kelemahan dalam proses PBM.
4)     Kegiatan supervise dilakukan secara berkala
5)     Menciptakan hubungan yang yang baik aantara supervisor dan yang disupervisi.
6)     Supervisor membuat catatan singkat  berisi hal-hal penting yang diperlukan untuk membuat laporan. (Arikunto.2004,21)
Prinsip-prinsip dan factor factor yang mempengaruhi supervisi
Besarnya tanggung jawab kepala sekolah sebagai supervisor, seperti dikatakan oleh Moh.Rifai, M.A,  dalam Ngalim purwanto, (2008),117.  untuk menjalankan tindakan-tindakan supervise sebaik-baiknya kepala sekolah hendaklah memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1.      Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja.
2.      Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenar-benarnya (realistis, mudah dilaksanakan).
3.       Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaaannya
4.      Supervisi harus dapat memberikan perasaaan aman pada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi.
5.      Supervisi harus didasarkan atas hubungan professional , bukan atas dasar hubungan pribadi,
6.      Supervisi harus selalu mem[erhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangkaguru-guru dan pegawai sekolah.
7.      Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau bahkan antipasti dari guru-guru.
8.      Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat, kedudukan, atau kekuasaan pribadi.
9.      Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan.(ingat bahwa supervise berbeda dengan inspeksi !).
10.  Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak boleh  lekas merasa kecewa.
11.  Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif koorperatif.
 Preventif berarti berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negative; mengusahakan/memenuhi syarat-syarat sebelum terjadinya sesuatu yang tidak kita harapkan.
Korektif berarti memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.
Kooperatif berarti bahwa mencari kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan dan usaha memperbaikinya dilakukan bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi. (Ngalim purwanto,2008,117 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
Prinsip Supervisi  yang dikemukakan oleh Oteng Stisna(1983) Dalam Arikunto(2004), 23 yaitu:
a.      Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan, supervisi adalah layanan yang bersifat kerja sama.
b.      Pada dasarnya semua personil pelaksana pendidikan di sekolah memerlukan dan berhak atas bantuan supervise
c.      Supervise hendaknya disesuaikan dengan kondisi setempat karena berguna untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil.
d.      Supervisi adalah layanaan yang tidak mungkin dapat berjalan satu pihak  yaitu  supervise saja tetapi merupakan kegiatan yang bersifat kerjasama.
e.      Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran–sasaran pendidikan, dan hendaknya menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran–sasaran tersebut.
f.        Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari  semua anggota staf sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat setempat, serta pihak-pihak yang terkait dengna kehidupan sekolah.
g.      Tanggung jawab program seperti berada pada dua pejabat, pertama supervise sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah sedangkan pengawas bertanggung jawab atas supervise semua sekolah yang menjadi wewenang pembinaannya.
h.      Supervisi yang merupakan bantuan dan pembinaan untuk guru dan staf TU. Bagi pengawas, kegiatan tersebut merupakan kegiatan mobile yaitu tugasnya memerlukan perjalanan keliling setiap hari. Untuk itu maka supernvisi hanya dapat berjalan apabila dilengkapi dengan dana yang mencukupi.
i.        Dana pendidikan yang berlnagsung di sekolah tampaknya kepala sekolah merupakan penanggungjawab utama keberlangsungan pendidikan di sekolah yang ia pimpin.Selanjutnya pengawas merupakan pejabat yang berada lebih tinggi untuk melakukan supervise. Pertanyaan sekarang adalah apakah supervise itu sendiri perlu dievaluasi ? Jika perlu, lalu siapakah yang berhak dan berkewajiban menili kegiatan supervise ? Sistem yang berlaku sekarang adalah bahwa para pengawas dikoordinir oleh koordintor pengawas. Orang ini bukan atasan pengawas tetapi hanya coordinator. Dengan demikian perlu diciptakan model evakuasi diri dan evaluasi silang antar supervisor.
j.        Supervisi hendaknya merupakan wahana untuk menjelaskan dan berdiskusi tentang hasil-hasil penelitian pendidikan yang mutakhir tetapi belum ada wadah untuk mengkomunikasikan., apalagi menerapkan.( Arikunto ,2004, 24)
i.        Faktor-faktor  mempengaruhi supervisi
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi yaitu:
1.      Lingkungan masyarakat setempat sekolah itu berada. Apakah sekolahn itu dikota besar, di kota kecil, atau di pelosok. Di lingkungan masyarakat orang-orang kaya atau di lingkungan orang-orang yang pada umumnya kurang mampu. Di lingkungan masyarakat intelek,pedagang atau petani, damn lain-lain.
2.      Besar-kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Apakah sekolah itu merupakan kom[lekssekolah yang besar, banyak jumlah guru dan muridnya, memiliki halaman dan tanah yang luas, atau sebaliknya.
3.      Tingkatan dan jenis sekolah. Apakah sekolah yang dipimpin itu TK,SD atau sekolah lanjutan,SMP, STM,SMEA, SKKA, dsb, semuanya memerlukan sikap dan sifat supervise tertentu.
4.      Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia. Apakah guru-guru di sekolah itu pada umumnya sudah berwewenang, bagaimana kehidupan social-ekonomi, hasrat kemampuannya, dsb.
Kecakapan keahlian kepala sekolah itu sendiri. diantara faktor-faktor yang lain, yang terakhir iniadalah yang terpenting. Bagaimanapun baiknya situasi dan kondisi yang tersedia, jika kepala sekolah itu sendiri tidak mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan, semua itu tidak aka nada artinya. Sebaliknya, adanya kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh kepala sekolah, segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya. (Ngalim purwanto,2008,118 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
Secara umum, keciatan atau usaha-usah yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah
sebagai supervisor antara lain :
1.      Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya
2.      Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media intruksional  yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar.
3.      Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tunuttan kurikulum yang sedang berlaku.
4.      Membina kerja sama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya.
5.      Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok, menyediakan perpustakaaan sekolah, dan atau mengirim mereka untuk mengikuti penataran-panataran, seminar, sesuai dengan bidangnya masing-masing.
6.      Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau POMG dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.
Secara khusus dan lebih konkrit lagi , kegiatan yang mungkin dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Menghadiri rapat atau pertemuan organisasi- organisasi professional, seperti PGRI, Ikatan Sarjana Pendidikan, dsb.
2.      Mendiskusikan tujuan-tujuan dan filsfat pendidikan dengan guru-guru.
3.      Mendiskusikan metode-metode dan teknik-teknik dalam dalam rangka pembinaan dan pengembangan proses belajar mengajar.
4.      Membimbing guru-guru dalam penyusunan program semester dan program satuan pelajaran.
5.      Membimbing guru-guru dalam memilih dan menilai buku-buku untuk perpustakaan sekolah dan buku-buku pelajaran bagi murid-murid.
6.      Membimbing guru-guru dalammenganalisis dan menginterprestasi hasil tes dan penggunaannya bagi perbaikan proses belajar-mengajar.
7.      Melakukan kunjungn kelas atau classroom visitation dalam rangka supervise klinis.
8.      Mengadakan kunjungan observasi atau observation visit bagi guru –guru demi perbaikan cara mengajarnya.
9.      Mengadakan pertemuan-pertemuan individual dengan guru-guru tentang masalah-masalah yang mereka hadapi atau kesulitan-kesulitan yang mereka alami.
10.  Menyelenggarakan manual atau bulletin tentang pendidikan dalam ruang lingkup bidang tugasnya.
Berwawancara dengan orang tua murid dan pengurus BP3 atau POMG tentang hal-hal yang mengenai pendidikan anak-anak mereka. (Ngalim purwanto,2008,120 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)
j.        Sasaran supervisi
pengertian pokok supervise  adalah melakukan pembinaan kepada personil sekolah pada umumnya dan khususnya guru, agar kualitas pembelajaran meningkat sebagai dampak dari meningkatnya kualitas pembalajaran, diharapkan dapat meningkat pula prestasi belajr siswa, itu berarti meningkat pula kualitas lulusan sekolah itu.
Ditinjau dari  objek yang disupervisi, ada tiga macam supervisi, yaitu
a.      Supervisi Akademik, yang menitik beratkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada wakytu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu.
b.      Supervisi administrasi, yang menitik beratkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran.
c.       Supervisi lembaga, yang menebarkan dan menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada seantero sekolah. Jika supervise akademik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka supervise lembaga dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. (Arikunto,2004, 33).
k.      Teknik-teknik supervisi
Secara garis besar cara tatau teknik supervisi dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
1.      Teknik perseorangan
Yang dimaksud dengan supervise secara perseorangan ialah supervise yang dilakukan secara perseorangan, beberapa kegiatan diantaranya:
a)      Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation)
 adalah kunjungan yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah dan pengawas) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar.tujuan mengobservasi bagamana guru mengajar, masih terdapat kelemahan atau kekurangan yang sekiranga masih perlu diperbaiki, selanjutnnya diadakan diskusi untuk memberikan masukan untuk perbaikan proses belajar-mengajar selanjutnya.
b)      Mengadakan kunjungan observasi (observation visits)
 guru dari suatu sekolah dberi tugas untuk melihat/mengamati seorang guru  yang sedang mendemontrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu,, misal cara menggunakan alat/ media yang baru, seperti audio visual aids, cara mengajar dengan metode tertentu, seperti sosiodrama, problem sulving, diskusi planel fish bolw, metode penemuan (discovery).
c)      Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialalmi siswa Banyak masalah yang dialalmi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa misal siswa yang lamban dalam belajar, tidak dapat memusatkan perhatian, siswa yang “nakal” disini wali kelas adalah pembimbing yang utama, di beberapa sekolah dibentuk bagian bimbingan dan konseling, masalah-masalah yang ditimbulkan oleh siswa itu sendiri dan tidak dapat diatasi oleh guru kelas diserahkan kepada konselor. Dalam hal ini sangat diperlukan peranan supervisor terutama kepala sekolah. 
d)      Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah antara lain:
o        Menyusun program semester dan mingguan
o        Menyusun atau membuat satuan program pelajaran
o        Mengorganisasi kegiatan-kegiatan pengololaan kelas
o        Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran
o        Mengadakan media dan sumber dalam PBM
o        Mengorganisasikegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ektrakurikuler, study tour, dsb.
2.      Teknik Kelompok
ialah supervise yang dilakukan secara kelompok
a)      Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings)
Kepala sekolah menjalankan tugas sesuai perencanaan seperti mengadakan rapat kepada guru dalam rangka supervise yang berhubungan dengan dengan pelaksanaan pengembangan kurikulum.
b)      Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)
Diskusi kelompok dengan membentuk kelompok–kelompok guru bidang studi yang berminat mata pelajaran tertentu yang telah diprogramkan untuk mengadakan pertemuan /diskusi guna membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan eranan proses belajar mengajar.
c)      Mengadakan penataran-penataran (inservice-training)
Penataran untuk guru bidang studi tertentu pada umumnya diadakan oleh pusat atau wilayah, tugas kepala sekolah adalah mengelolah dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut(follow-up)dari hasil penataran, agar adapat dipraktekkan oleh guru-guru. (Ngalim purwanto,2008,122 “Administrasi dan Supervisi Pendidikan”)

l.        Tipe supervisi
Ada empat tipe supervisi, dari yang paling memberkan kebebasan kepada guru dan staf tata usaha sampai pada yang paling ketat aturannya, dengan supervisor sebagai penguasa keempat tipe tipe supervise tersebut adalah
·         Tipe inspeksi
·         Laises faire
·         Coursive
·         Training and guidance
·         Demokratis
ü       supervisi inspeksi dijalankan terutama untuk mengawasi, meneliti dan mencermati apakah guru dan petugas di sekolah sudah mmelaksanakan seluruh tugas yang diperintahkan serta ditentukan oleh atasannya. Supervisor juga mengukur sejauh mana tugas-tugas yang diperintahkan tersebut sudah dapat diselesaikan, masih membutuhkan bantuan dan pembinaaan.
ü       Supervisi tipe Laises faire yaitu memberi kebebasan gerak kepada pelaku untuk berinisiatif, bagi pegawai yang kreatifitas  tinggi akan maju sealiknya bagi pegawai yang  fasif.
ü       Supervisi tipe Coursive, (baca ko-esif) sama dengan supervise otoriter bersifat memaksa, supervisor memaksa kehendak, meskipun tidak cocok dengan kondisi,atau kemampuan pihak yang disupervisi, tetap saja dipaksakan berlakunya.daan ada gunanya bagi guru yang baru saja belajar mengajar.
ü       Supervisi tipe Training and guidance diartikan sebagai memberikan latihan dan bimbingan, yakni merupakan proses pertumbuhan, perkembangan serta peningkatan, maka supervise mendorong terjadi pertumbuhan. Untuk ini diperlukan tambahan latihan dan bimbingan kepada guru dan staf tata usaha.
ü       Supervisi tipe Demokratis apabila dikaitkan dengan fungsi-fungsi manajemen, supervisi berada atau terselip dalam fungsi dinamis, yaitu pengarahan, koordinasi, dan evaluasi. Apabila kondisi dan  situasi kepemimpinan sekolah memang kondusif untuk terjadinya supervisi tipe demokratis, maka fungsi –fungsi pengarahan, koordinasi, dan evaluasi dapat terjadi bukan dari satu arah, tetapi kolaboratif , ada kerja sama semua pihak yang ada  di dalam organisasi. Tanggung jawab bukan hanya seorang pemimpin saja yang memegangnya, tetapi didistribusikan atau didelegasikan kepada para anggota atau warga sekolah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. 
 Apapun tipe yang dipilih oleh supervisor dalam dalam melaksanakan supervisi namun tidak boleh melupakan prinsip-prinsip menjadi paduan kerja, yaitu :
a.      Supervisi adalah pemberian bimbingan dan batuan kepada guru dan staf tat usaha agar mampu meningkatkan kinerja.
b.      pemberian bimbingan dan batuan dilakukan secara langsung, tidak perlu ada perantara.
c.       pemberian bimbingan dan batuan harus dikaitkan dengan peristiwa yang memerlukan bimbingan.
d.      Kegiatan supervise dilakukan secara berkala agar terjadi mekanisme yang ajek dan rutin.
e.      Supervise terjadi dalam suasana kondusif penuh sifat kekluargaan agar terjalin kerja saa yang baik.
f.        Supervise dilakukan dengan menggunakan catatan agar apa yang dilakukan dan ditemukan tidak hilang . Temuan dan hal-hal penting lainnya merupakan bahan binaan yang sangat penting artinya dan dapat dibahas dalam pertemuan rutin pengawas (KKPS) dan kepala sekolah (KKKS).
g.      Prinsip-prinsip supervisi yang dikemukakan oleh ngalim purwanto dan oteng sutrisna lebih mengejar persyaratan yang perlu ditaati untuk dipenuhi bagi petugas supervisor yang ingin sukses. ( Arikunto, 2004,25).

m.    Mengapa supervisi pendidikan itu perlu ?
·         Pentingnya pengembangan sumber daya manusia,
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha  meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang dibina dan dikembangkan terus-menerus.semua usaha itu mengarah kepada pengadaan tenaga guru  yang professional. Gru yang professional memiliki ciri-ciri antara lain
1)      Memiliki kemampuan sebagai ahli dalam bidang mendidik dan mengajar
2)      Memiliki rasa tanggung jawab, Yaitu mempunyai komitmen dan kepedulian terhadap tugasnya
3)      Memiliki rasa kesejawatan dan menghayati tugasnya sebagai suatu karier hidup serta menjunjung tinggi kode etik jabatan guru (Sahertian.2000,2)
·         Perlunya supervisi pengembangan sumber daya guru,
guru perlu mendapatkan pembinaan pendidikan disebut supervisor, supervisor bertugas membantu guru-guru dalam memberikan penjelasan dalam menyusun program operasional agar mudah dimengerti oleh guru.


Mackenzie (dalam Swearingen 1961:36) dalam sahertian. 2000,10 mengemukakan enam fungsi kepemimpinan sebagai supervisorantar lain :
1)      Setiap pemikiran yang diberikan oleh anggota kelompok harus dilihat sebagai sumbangan bagi kelompok dan perlu diterima dengan sikap terbuka dan positif.
2)      Pemimpin harus memiliki pemikiran yang mantap
3)      Pemimpin membantu dalam mengembangkan keterampilan dan memperlengkapi stafnya.
4)      Pemimpin bertugas menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri dan menumbuhkan rasa aman pada diri orang lain.
5)      Pemimpin bertugas menentukan batas kebebasan (autonomi)dan saling berinteraksi.
6)      Pemimpin harus berani menggunakan cara pendekatan yang bersfat mencoba.
(Sahertian.2000,2)
Beberapa usaha dalam membantu pertumbuhan dan pengembangan profesi antara lain:
1)      Selalu belajar dan mengembangkan dorongan ingin tahu
2)      Selalu ada kesediaan untukmemperoleh pengetahuan dan informasi baru
3)      Selalu peka dan peduli terhadap tuntunan kemanusiaandan kepekaan social, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar.
Menumbuhkan minat dan gairah terhadap tugas mengajar yang menyatu dengan hidupnya. (Sahertian.2000,12)
Leeper;1965:12.dalam suhertian.2000.12,  Mengungkapkan tentang latar belakang perlunya supervise pendidikan.
1)      Bahwa dalam perubahan social, yang terjadi pada saat itu(sekitar tahun 1960-an) perlu memperhatikan dimensi baru, pada saat itu telah terjadi perubahan konstalasi dunia karena perubahan teknologi ruang angkasa. Sekolah dengan sendrinya akan diperlengkapi AVA (Audio Visual Aids) seperti OHP, Vidio cassette, TV dsb.
2)      Perubahan susunan internasional dari polarisasi kepada kekuatan pluralism, timbulnya Negara-negara dunia ketiga
3)      Berembang science dan teknologi yang semakin cepat
4)      Tumbuhnya urbanisasi yang semakin meningkat menyebabkan masalah baru dalam bidang mendidik.
5)      Adanya tuntunan hak-hak azasi manusia menyebabkan terjadinya poblema bagi pelaksana pendidikan yang memerlukan pemecahan secara rasional
6)      Akibat pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di desa-desa menyebabkan terjadinya urbanisasi yang menimblkan masalah baru di kota-kota besar, yaitu;
§          Tumbuhnya kantor-kantong kemiskina(daerah kumuh) sementara di sisi lain tumbuh daerah elite
§         Kemakmuran menimbulkan banyak waktu terluang yang dampaknya pada demoralisasi di kalanan anggota masyarakat(Sahertian.2000,14)






DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim. Bafadal .Dr.M.Pd. “DASAR-DASAR MANAJEMEN DAN SUPERVISI TAMAN KANAK-  KANAK”, 2005. Jakarta. PT.Bumi aksara
Purwanto Ngalim.M.Drs.MP. ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN. 2008.Bandung, PT.Remaja RosdaKarya
Arikunto. Suharsimi. Prof.Dr. DASAR-DASAR SUPERVISI. 2004.Jakarta.PT.Rineka Cipta.   
Sahertian. Piet A.Prof. Drs. Konsep dasar & Teknik SUPERVISI PENDIDIKAN dalam RangkaPengembangan .2000. Jakarta. PT.Rineka Cipta.  
      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar